Tuesday, 25 December 2012

Tantangan Terbesar dalam Karier 'Harry Houdini'


Tantangan Terbesar dalam Karier 'Harry Houdini' - Di Queens Park Rangers, Harry Redknapp sedang menjalani tantangan terbesar dalam kariernya sejauh ini. Ia akan berusaha mengamankan QPR dari jeratan degradasi.

Redknapp direkrut QPR pada akhir November lalu seiring dengan diberhentikannya Mark Hughes menyusul serangkaian hasil kurang memuaskan yang dituai klub tersebut.

Dari lima laga di bawah arahan Redknapp, QPR memang cuma baru menang satu kali, tetapi dengan kekalahan juga baru dialami satu kali, Redknapp setidaknya mulai terlihat sudah membawa kestabilan di QPR.

Pun demikian, saat ini QPR masih tercecer di posisi 19 klasemen sementara Liga Primer, nomor dua dari posisi terbawah, dengan selisih lima poin dari zona aman terdekat.

"Kami memiliki sebuah tantangan dan jika kami bisa mengatasi ini maka di antara kami, para pemain, diri saya sendiri, pemilik, fans, maka ini akan jadi capaian bagus dalam perspektif kami semua, dan kami akan berusaha melakukannya," kata Redknapp dalam acara di Sky Sports News.

Redknapp cukup dikenal memiliki polesan apik untuk sebuah tim yang tengah berjuang menyelamatkan diri dari degradasi. Ia setidaknya pernah melakukannya ketika menuntun Tottenham Hotspur meninggalkan zona maut di musim 2008-09 dan sebelum itu juga berhasil memberikan sentuhan positif untuk Portsmouth. Keahlian itu yang lantas membuatnya dijuluki 'Houdini', seniman sulap kenamaan yang piawai meloloskan diri.

"Ini mungkin akan jadi begitu (tantangan terbesar buatku). Ini tidak mudah tapi saya pikir kami bisa melakukannya," tegasnya.

Di tahun 2012 ini, QPR masih menyisakan dua laga lagi; keduanya adalah laga kandang yakni kontra West Bromwich Albion dan Liverpool.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Baca Juga !

Berpeluang Bikin Rekor di Liga Prancis, Ibra Cuek

 

Di musim pertamanya bersama Paris St Germain, Zlatan Ibrahimovic berpeluang besar memecahkan rekor gol semusim di Liga Prancis. Terkait hal itu Ibra tak mau memikirkannya.
Ketika Liga Prancis memasuki jeda musim dingin, Ibra sejauh ini sudah membuat 18 gol dari 16 laga berlalu. Capaian gol Ibra itu membuatnya sejajar dengan eks penyerang Nantes, Vahid Halilhodzic, yang juga membuat 18 gol di pertengahan musim 1984/1985.

Saat itu Halihodzic menuntaskan musim dengan 28 gol dan dengan Liga Prancis masih menyisakan 22 laga, Ibra masih punya waktu panjang menyamai rekor pelatih timnas Aljazair atau bahkan melebihinya.

Sampai saat ini Ibra masih bisa mengejar juga rekor Carlos Bianchi saat memperkuat PSG di musim 1977/1978 dengan 37 gol atau rekor gol semusim di Liga Prancis yang dibuat Josib Sikobar dengan 44 gol di musim 1970/1971.

Dengan rasio gol 1,1 gol per laga bukan tak mungkin Ibra bisa memecahkannya di akhir musim ini. Namun, menyoal itu Ibra tak mengacuhkannya karena menurutnya rekor tersebut suatu saat bisa dipecahkan pemain lain jika dirinya sudah bisa meraihnya.

Baginya yang terpenting adalah terus tampil baik bersama PSG dari musim ke musim dan tentu mempersembahkan trofi juara.

"Rekor ada untuk dipecahkan. Jika Aku melakukannya, maka pemain lain akan memecahkannya suatu saat. Tugasku adalah mencetak gol. Aku memulai musim dengan baik, tapi aku tidak menargetkan apapun. Tujuanku adalah selalu menjadi lebih baik dari musim ke musim," tutur Ibra seperti dilansir Soccernet.

"Di Seri A, aku mencetak 28 gol musim lalu bersama AC Milan. Konsekuesninya adalah aku harus bisa membuat 29 gol musim ini untuk bisa puas atas performaku," tutupnya.

Tantangan Terbesar dalam Karier 'Harry Houdini' Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Yakenzu Toby