Sunday, 30 December 2012

Conte & Bonucci Dihukum Dua Laga


Conte & Bonucci Dihukum Dua Laga - Antonio Conte kembali dapat hukuman dari Komisi Disiplin Liga Italia. Akibat protes keras yang dia arahkan pada wasit, pelatih Juventus itu dapat hukuman larangan menemani timnya bertanding di dua kesempatan.

Emosi Conte seakan meledak beberapa menit setelah Juventus diimbangi Genoa 1-1 dalam lanjutan Liga Italia akhir pekan kemarin. Dia langsung menyerbu masuk ke dalam lapangan dan mengkonfrontasi wasit.

Protes Conte kepada wasit didasari pada keyakinannya kalau Bianconeri harusnya dapat hadiah penalti akibat handball yang dilakukan pemain lawan di kotak terlarang. Dalam pernyataannya yang dia buat tak lama kemudian, Conte menyebut kalau wasit telah melakukan hal yang memalukan.

Conte kemudian dapat dukungan dari Dirketur Olahraga Juventus, Giuseppe Marotta, yang menyebut kalau wasit berasal dari wilayah Naples, dan karenanya membuat keputusan yang merugikan Bianconeri demi memberi keuntungan buat Napoli.

Atas tindakannya itu Conte dijatuhi hukuman oleh komisi disiplin Liga Italia berupa larangan menemani timnya berlaga di dua kesempatan. Dalam pernyataan resmi yang dirilis, Conte dianggap telah melakukan tindakan yang mengintimidasi ofisial pertandingan, melontarkan penghinaan dan mengulangi hal tersebut setibanya di ruang ganti.

Bukan cuma Conte yang kena hukuman. Leonardo Bonucci juga dinyatakan bersalah karena melakukan penghinaan pada ofisial keempat dan juga wasit usai pertandingan dan dijatuhi hukuman yang sama dengan pelatihnya. Sedangkan Marotta dapat hukuman serupa sampai 18 Februari mendatang.

Nama terakhir yang juga dapat hukuman adalah Giorgio Chiellini. Meski tengah cedera, Chiellini juga masuk ke dalam lapangan dari arah tribun penonton dan mengonfrontasi ofisial pertandingan. Demikian diberitakan Football Italia.

Ini menjadi hukuman kedua yang didapat Conte di musim 2012/2013. Sebelumnya dia dapat larangan menemani timnya bertanding selama empat bulan karena dinyatakan bersalah tidak melaporkan aksi pengaturan pertandingan saat masih jadi pelatih Siena.


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Baca Juga !

Schweinsteiger: Ballack Layak Mendapatkan Laga Perpisahan  

 
 

Michael Balack sudah mengakhiri kariernya sebagai pesepakbola Oktober tahun lalu. Federasi sepakbola Jerman (DFB) dinilai layak untuk menggelar laga perpisahan sebagai satu penghargaan untuknya.

Ballack boleh dibilang mengakhiri kariernya di timnas dengan tak manis. Dia yang mendapatkan cedera pergelangan kaki saat masih membela Chelsea, akhirnya gagal masuk dalam skuat Der Panzer di Piala Dunia 2010.

Tapi, cedera yang menimpa Ballack itu seakan membuka jalan untuk pemain-pemain muda semisal Thomas Mueller, Sami Khedira dan Mesut Oezil untuk bersinar saat membela Die Mannschaft.

Jerman yang diisi oleh pemain-pemain muda bisa tampil bagus bahkan hingga mampu mengakhiri kompetisi di tempat ketiga. Prestasi itu menyamai raihan mereka saat menjadi tuan rumah turnamen yang sama empat tahun sebelumnya.

Dengan apiknya performa skuat muda Jerman, Joechim Loew memutuskan untuk tak lagi memanggil Ballack untuk memperkuat timnas. Ballack pun akhirnya memutuskan pensiun dari timnas bulan Juni 2011 dan sepenuhnya menggantung lebih dari setahun setelahnya.

Tak seperti Oliver Kahn yang dibuatkan pertandingan perpisahan, hingga kini DFB belum juga mengisyaratkan untuk melakukan hal serupa untuk Ballack.

Oleh karena itu, salah satu penggawa timnas Jerman, Bastian Schweinsteiger, menilai bahwa DFB layak menggelar satu pertandingan perpisahan sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya di timnas.

"Dia adalah salah satu pemain terbaik yang pernah kami miliki. Sialnya, selalu tertanam di pikiran Anda bahwa dia tidak pernah memenangkan satu gelar internasional," jelas Schweinsteiger di Fox Sports Asia.

"Tak beruntungnya, dia tidak mendapatkan penghargaan yang layak dia dapatkan. Dia melakukan hal yang luar biasa untuk sepakbola Jerman."

"Saya melihatnya baru-baru ini di Munich dan dia menanyakan kepada saya apakah saya ingin mermain di laga perpisahan, jika dia mengundang saya, dan klub mengizinkan, saya akan datang," ungkapnya.

Ballack memang belum pernah memenangi satu piala saat membela timnas. Namun, catatan dua kali runner-up piala dunia dan satu tempat kedua di Piala Eropa merupakan satu prestasi yang tak begitu buruk.

Conte & Bonucci Dihukum Dua Laga Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Yakenzu Toby