Wednesday, 12 December 2012

Dikartu Merah, Kompany Bela Diri

Software ERP Indonesia


Dikartu Merah, Kompany Bela Diri - Vincent Kompany melakukan pembelaan atas tekel kepada Jack Wilshere yang berujung kartu merah untuknya. Kapten Manchester City itu juga menyatakan bahwa dirinya tak akan mengubah gaya bermainnya.

Dalam pertandingan melawan Arsenal di Emirates Stadium, Minggu (13/1/2013) malam WIB, City harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-75. Kompany diganjar kartu merah karena dianggap melakukan tekel dengan dua kaki kepada Wilshere.

Beruntung bagi City, keluarnya Kompany tak membuat mereka kehilangan keunggulan 2-0 atas Arsenal. City pun tetap mampu mempertahankan skor itu hingga peluit panjang berbunyi.

Akibat kartu merah itu, Kompany terancam absen di tiga laga City. Namun jika banding yang rencananya akan dilakukan City gagal, maka bukan tak mungkin hukuman Kompany akan lebih lama.

Soal tekel itu, Kompany kemudian melakukan pembelaan. Lewat akun Twitter-nya, @VincentKompany, bek asal Belgia itu menyampaikan komentarnya.

"Pertama, selamat untuk tim dan fans, pertandingan yang hebat! Juga, tidak ada dendam kepada wasit, aku mengerti sulitnya tugasnya," tulis Kompany.

"Tentang tekelnya: jika bola dikuasai lawan dan situasi 50:50, tabrakan tak terhindarkan," lanjutnya sambil mencantumkan foto untuk menguatkan pembelaannya.

"Pada akhirnya aku adalah bek: banding bisa berhasil, bisa tidak. Aku tidak akan pernah mengubah gayaku, sama seperti aku tidak akan pernah berniat melukai seorang pemain," lugasnya.
"

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Baca Juga !

Catatan 15 Musim Terakhir La Liga Boleh Bikin Barca Pede

 

Paruh pertama La Liga Primera 2012-13 telah tuntas dengan Barcelona memuncaki klasemen. Meski musim masih tersisa separuh, catatan dalam belasan musim terakhir menunjukkan Barca kini ada di atas angin.

Sampai dengan jornada 19 Barca memuncaki klasemen La Liga dengan 55 poin, unggul 11 poin dari Atletico Madrid yang ada di posisi dua dan 18 poin dari Real Madrid di posisi tiga.

Menilik data statistik yang dimunculkan Infostrada Live, Barca sejauh ini boleh optimistis. Pasalnya, dalam 15 musim terakhir La Liga cuma ada tiga tim yang gagal jadi kampiun di akhir musim setelah sebelumnya juga memimpin klasemen di pertengahan musim.

Madrid menjadi tim pertama dalam periode itu, setelah memuncaki klasemen tengah musim 2001/2002, tetapi kemudian disalip Valencia yang di akhir musim jadi juara.

El Real kemudian ganti menjadi tim yang lebih dulu ketinggalan di akhir musim sebelum kemudian menyalip tim lawan, dan akhirnya jadi juara, pada musim 2002/2003. Di tengah musim ada Real Sociedad yang bercokol di pucuk klasemen.

Di musim 2006/2007, yang harus jadi perhatian untuk Lionel Messi cs musim ini, Barca memuncaki klasemen di pertengahan musim. Namun, di akhir musim justru Madrid-lah yang menjadi juaranya dengan raihan poin setara dengan Barca.

Di dalam 15 musim terakhir La Liga, Barca sudah delapan kali memimpin klasemen tengah musim, dengan tujuh di antaranya kemudian juga sukses dimenangi. Satu-satunya kegagalan adalah pada musim 2006/2007 sebagaimana disebutkan sebelumnya.

Dikartu Merah, Kompany Bela Diri Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Yakenzu Toby