Sunday, 30 December 2012

'Juve Harus Lebih Kuat Usai Satu Hasil Buruk'


'Juve Harus Lebih Kuat Usai Satu Hasil Buruk' - Juventus kembali memetik hasil kurang maksimal di akhir pekan lalu. Bek Bianconeri, Leonardo Bonucci, menyatakan bahwa tim yang ia bela harus bisa bertambah kuat usai memetik satu hasil buruk.

Juve sudah melakoni empat laga terakhir di Serie A sejak pergantian tahun. Hasilnya, La Vecchia Signora mendapatkan hasil masing-masing sekali kemenangan dan kekalahan, serta dua hasil imbang.

Dalam pertandingan terakhir yang berlangsung, Sabtu (26/1/2013), tim besutan Antonio Conte itu baru saja ditahan imbang 1-1 oleh Genoa.

Dengan rentetan hasil kurang maskimal itu, Juve yang sudah sempat unggul jauh di klasemen, kini cuma terpisah tiga angka dari Napoli yang menempati posisi runner-up. Andrea Pirlo dkk. mengemas 49 poin, sementara Partenopei membukukan 46 angka.

Bonucci yang sadar Juve tengah mengalami periode buruk lantas meminta bahwa tim 'Putih Hitam' harus lebih kuat setelah menelaan satu hasil negatif.

"Tim seperti Juventus, adalah tim yang ingin menjadi yang terbaik di Italia dan salah satu yang terbaik di dunia," jelas Bonucci di situs resmi klub.

"Kami harus meningkatkan kemampuan, tetap merendah, dan memiliki keinginan untuk selalu menjadi lebih baik. Kami masih belum memenangi apapa," tegas pesepakbola 25 tahun itu.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Baca Juga !

Schweinsteiger: Ballack Layak Mendapatkan Laga Perpisahan  

 
 

Michael Balack sudah mengakhiri kariernya sebagai pesepakbola Oktober tahun lalu. Federasi sepakbola Jerman (DFB) dinilai layak untuk menggelar laga perpisahan sebagai satu penghargaan untuknya.

Ballack boleh dibilang mengakhiri kariernya di timnas dengan tak manis. Dia yang mendapatkan cedera pergelangan kaki saat masih membela Chelsea, akhirnya gagal masuk dalam skuat Der Panzer di Piala Dunia 2010.

Tapi, cedera yang menimpa Ballack itu seakan membuka jalan untuk pemain-pemain muda semisal Thomas Mueller, Sami Khedira dan Mesut Oezil untuk bersinar saat membela Die Mannschaft.

Jerman yang diisi oleh pemain-pemain muda bisa tampil bagus bahkan hingga mampu mengakhiri kompetisi di tempat ketiga. Prestasi itu menyamai raihan mereka saat menjadi tuan rumah turnamen yang sama empat tahun sebelumnya.

Dengan apiknya performa skuat muda Jerman, Joechim Loew memutuskan untuk tak lagi memanggil Ballack untuk memperkuat timnas. Ballack pun akhirnya memutuskan pensiun dari timnas bulan Juni 2011 dan sepenuhnya menggantung lebih dari setahun setelahnya.

Tak seperti Oliver Kahn yang dibuatkan pertandingan perpisahan, hingga kini DFB belum juga mengisyaratkan untuk melakukan hal serupa untuk Ballack.

Oleh karena itu, salah satu penggawa timnas Jerman, Bastian Schweinsteiger, menilai bahwa DFB layak menggelar satu pertandingan perpisahan sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya di timnas.

"Dia adalah salah satu pemain terbaik yang pernah kami miliki. Sialnya, selalu tertanam di pikiran Anda bahwa dia tidak pernah memenangkan satu gelar internasional," jelas Schweinsteiger di Fox Sports Asia.

"Tak beruntungnya, dia tidak mendapatkan penghargaan yang layak dia dapatkan. Dia melakukan hal yang luar biasa untuk sepakbola Jerman."

"Saya melihatnya baru-baru ini di Munich dan dia menanyakan kepada saya apakah saya ingin mermain di laga perpisahan, jika dia mengundang saya, dan klub mengizinkan, saya akan datang," ungkapnya.

Ballack memang belum pernah memenangi satu piala saat membela timnas. Namun, catatan dua kali runner-up piala dunia dan satu tempat kedua di Piala Eropa merupakan satu prestasi yang tak begitu buruk.

'Juve Harus Lebih Kuat Usai Satu Hasil Buruk' Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Yakenzu Toby