Sunday, 30 December 2012

Lazio Mulai dari 'Nol' Lagi Untuk Ulangi Sejarah



Lazio Mulai dari 'Nol' Lagi Untuk Ulangi Sejarah - Setelah rekor 16 kali berturut-turut tidak kalah terhenti di akhir pekan lalu, Lazio akan melanjutkan musimnya tengah malam nanti, menghadapi tim yang sudah lama susah mereka kalahkan: Juventus.

Ketika takluk 0-1 dari Chievo di pertandingan Serie A hari Sabtu lalu, di kandangnya sendiri, Lazio kembali di titik "nol". Sebelumnya mereka superior karena tidak terkalahkan dalam 16 laga secara beruntun di semua kompetisi.

Sejatinya tim besutan Vladimir Petkovic itu masih berpeluang menyabet trofi di tiga kompetisi yang mereka ikuti musim ini. Selain dua domestik, mereka juga masih bertahan di Eropa, dan akan menghadapi Borussia Moenchengladbach di putaran kedua pada tengah Februari.

Di liga, Lazio juga masih dalam posisi cukup kuat. Mereka ada di peringkat tiga klasemen sementara, hanya terpaut tiga poin dari Napoli dan enam angka dari Juventus, sedangkan kompetisi masih ada 16 pekan lagi.

Di Coppa Italia, Lazio sudah mencapai babak semifinal, dan mereka juga dalam situasi yang "positif". Di leg pertama di Turin, Miroslav Klose dkk. menahan imbang Juventus dengan skor 1-1. Stefano Mauri menjadi pahlawan "Si Elang" lewat gol penyamanya di menit 86.

Lazio Mulai dari 'Nol' Lagi Untuk Ulangi Sejarah

Meski demikian, skor 1-1 tidaklah aman bagi kedua tim yang akan bertemu lagi malam ini, atau Rabu (30/1/2013) dinihari WIB di Olimpico. Tapi sebagai tuan rumah, tifosi Lazio tentu berharap mereka mendapatkan sebuah keuntungan tersendiri.

Paling tidak, mereka tak ingin tim kesayangannya merana dua kali di markasnya sendiri, hanya dalam kurun empat hari. Kekalahan dari Chievo bisa cepat dilupakan apabila mereka bisa menyingkirkan La Vecchia Signora -- dan lolos ke babak final Coppa.

Hanya saja Lazio punya sedikit masalah. Mereka memang selalu bisa membawa hasil seri dari dua lawatannya di Juventus Arena di musim ini -- di liga mereka bermain 0-0 pada 17 November. Akan tetapi, I Biancocelesti sudah lama pula tak bisa menundukkan rivalnya itu.

Dari sembilan pertemuan terakhir mereka di semua kompetisi, tidak sekalipun Lazio mengalahkan Juve. Sebaliknya, mereka kalah sampai enam kali.

Kapan terakhir kali Lazio menang atas Bianconeri? Pada 23 April 2009, di Turin, dengan skor 2-1.

Menariknya, kemenangan itu terjadi di (leg II) babak semifinal Coppa Italia, yang meloloskan Lazio ke babak final, dan kemudian tampil sebagai juara dengan menaklukkan Sampdoria lewat adu penalti -- dan itulah kali terakhir Lazio meraih piala.

Apakah sejarah akan terulang buat mereka?


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Baca Juga !

Schweinsteiger: Ballack Layak Mendapatkan Laga Perpisahan  

 
 

Michael Balack sudah mengakhiri kariernya sebagai pesepakbola Oktober tahun lalu. Federasi sepakbola Jerman (DFB) dinilai layak untuk menggelar laga perpisahan sebagai satu penghargaan untuknya.

Ballack boleh dibilang mengakhiri kariernya di timnas dengan tak manis. Dia yang mendapatkan cedera pergelangan kaki saat masih membela Chelsea, akhirnya gagal masuk dalam skuat Der Panzer di Piala Dunia 2010.

Tapi, cedera yang menimpa Ballack itu seakan membuka jalan untuk pemain-pemain muda semisal Thomas Mueller, Sami Khedira dan Mesut Oezil untuk bersinar saat membela Die Mannschaft.

Jerman yang diisi oleh pemain-pemain muda bisa tampil bagus bahkan hingga mampu mengakhiri kompetisi di tempat ketiga. Prestasi itu menyamai raihan mereka saat menjadi tuan rumah turnamen yang sama empat tahun sebelumnya.

Dengan apiknya performa skuat muda Jerman, Joechim Loew memutuskan untuk tak lagi memanggil Ballack untuk memperkuat timnas. Ballack pun akhirnya memutuskan pensiun dari timnas bulan Juni 2011 dan sepenuhnya menggantung lebih dari setahun setelahnya.

Tak seperti Oliver Kahn yang dibuatkan pertandingan perpisahan, hingga kini DFB belum juga mengisyaratkan untuk melakukan hal serupa untuk Ballack.

Oleh karena itu, salah satu penggawa timnas Jerman, Bastian Schweinsteiger, menilai bahwa DFB layak menggelar satu pertandingan perpisahan sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya di timnas.

"Dia adalah salah satu pemain terbaik yang pernah kami miliki. Sialnya, selalu tertanam di pikiran Anda bahwa dia tidak pernah memenangkan satu gelar internasional," jelas Schweinsteiger di Fox Sports Asia.

"Tak beruntungnya, dia tidak mendapatkan penghargaan yang layak dia dapatkan. Dia melakukan hal yang luar biasa untuk sepakbola Jerman."

"Saya melihatnya baru-baru ini di Munich dan dia menanyakan kepada saya apakah saya ingin mermain di laga perpisahan, jika dia mengundang saya, dan klub mengizinkan, saya akan datang," ungkapnya.

Ballack memang belum pernah memenangi satu piala saat membela timnas. Namun, catatan dua kali runner-up piala dunia dan satu tempat kedua di Piala Eropa merupakan satu prestasi yang tak begitu buruk.

Lazio Mulai dari 'Nol' Lagi Untuk Ulangi Sejarah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Yakenzu Toby