Tuesday, 11 December 2012

Mauri: Derby Roma di Final Akan Spesial



Mauri: Derby Roma di Final Akan Spesial - Lazio dan AS Roma punya kans besar untuk menjejak babak final Coppa Italia musim ini. Gelandang Biancocelesti, Stefano Mauri, menyebutkan bakal menarik jika terjadi derby Roma di laga puncak.

Lazio sukses menahan imbang Juventus 1-1 saat melakoni leg pertama semifinal Coppa Italia pekan lalu. Dengan begitu, Lazio tinggal membutuhkan minimal hasil seri 0-0 agar bisa sampai ke babak final.

Sementara itu, Giallorossi berada di posisi yang lebih aman sebab sudah mengantong kemenangan 2-1 atas Inter Milan di leg pertama yang berlangsung di Stadio Olimpico, 23 Januari lalu.

Mauri yang melihat peluang terjadinya derby della capitale di babak final Coppa Italia musim ini, lantas menyebutnya bakal menjadi laga yang istimewa andai bisa terwujud. Sebabnya, babak final turnamen ini juga akan dihelat di Roma pada 26 Mei mendatang.

"Yang pertama, kami hanya ingin mencapai babak final. Jika akhirnya tercipta laga derby, itu bakal menjadi pertandingan yang spesial bagi semua orang di kota ini. Kita akan lihat (apa yang terjadi)," jelas Mauri seperti dilansir oleh Gazzetta.it.

"Semifinal ini akan menjadi poin besar untuk kami di musim ini. Lolos ke babak final akan menjadi stimulus yang luar biasa karena kami akan menyingkirkan Juve. Mereka tak hanya sebagai tim lain."

"Mereka adalah kubu yang luar biasa yang sudah menunjukkan apa yang bisa mereka perbuat dalam dua tahun terakhir. Mereka adalah tim yang padu, mereka berlari kencang dan memiliki rasa lapar untuk menang," imbuhnya.

Lazio akan ganti menjamu Bianconeri di kandang pada pertandingan semifinal leg kedua yang akan berlangsung, Selasa (29/1) hari ini.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Baca Juga !

Schweinsteiger: Ballack Layak Mendapatkan Laga Perpisahan  

 
 

Michael Balack sudah mengakhiri kariernya sebagai pesepakbola Oktober tahun lalu. Federasi sepakbola Jerman (DFB) dinilai layak untuk menggelar laga perpisahan sebagai satu penghargaan untuknya.

Ballack boleh dibilang mengakhiri kariernya di timnas dengan tak manis. Dia yang mendapatkan cedera pergelangan kaki saat masih membela Chelsea, akhirnya gagal masuk dalam skuat Der Panzer di Piala Dunia 2010.

Tapi, cedera yang menimpa Ballack itu seakan membuka jalan untuk pemain-pemain muda semisal Thomas Mueller, Sami Khedira dan Mesut Oezil untuk bersinar saat membela Die Mannschaft.

Jerman yang diisi oleh pemain-pemain muda bisa tampil bagus bahkan hingga mampu mengakhiri kompetisi di tempat ketiga. Prestasi itu menyamai raihan mereka saat menjadi tuan rumah turnamen yang sama empat tahun sebelumnya.

Dengan apiknya performa skuat muda Jerman, Joechim Loew memutuskan untuk tak lagi memanggil Ballack untuk memperkuat timnas. Ballack pun akhirnya memutuskan pensiun dari timnas bulan Juni 2011 dan sepenuhnya menggantung lebih dari setahun setelahnya.

Tak seperti Oliver Kahn yang dibuatkan pertandingan perpisahan, hingga kini DFB belum juga mengisyaratkan untuk melakukan hal serupa untuk Ballack.

Oleh karena itu, salah satu penggawa timnas Jerman, Bastian Schweinsteiger, menilai bahwa DFB layak menggelar satu pertandingan perpisahan sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya di timnas.

"Dia adalah salah satu pemain terbaik yang pernah kami miliki. Sialnya, selalu tertanam di pikiran Anda bahwa dia tidak pernah memenangkan satu gelar internasional," jelas Schweinsteiger di Fox Sports Asia.

"Tak beruntungnya, dia tidak mendapatkan penghargaan yang layak dia dapatkan. Dia melakukan hal yang luar biasa untuk sepakbola Jerman."

"Saya melihatnya baru-baru ini di Munich dan dia menanyakan kepada saya apakah saya ingin mermain di laga perpisahan, jika dia mengundang saya, dan klub mengizinkan, saya akan datang," ungkapnya.

Ballack memang belum pernah memenangi satu piala saat membela timnas. Namun, catatan dua kali runner-up piala dunia dan satu tempat kedua di Piala Eropa merupakan satu prestasi yang tak begitu buruk.

Mauri: Derby Roma di Final Akan Spesial Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Yakenzu Toby