Wednesday, 27 February 2013

Ketika Kesabaran Benitez Akhirnya Habis

 

Ketika Kesabaran Benitez Akhirnya Habis - Kesabaran Rafael Benitez menghadapi situasi dan kondisi di Chelsea sudah habis. Seraya mengonfirmasikan kepergiannya di akhir musim, ia pun dengan gamblang mengkritik suporter dan bos Chelsea.

Kalau biasanya di akhir laga seorang manajer atau pelatih melontarkan komentar seputar pertandingan atau laga berikutnya, tidak tepat demikian dengan Benitez setelah Chelsea menundukkan Middlesbrough di babak lima Piala FA.

Setelah Chelsea memetik kemenangan 2-0 di Riverside Stadium, Kamis (28/2/2013) dinihari WIB, yang mana juga memastikan lolosnya 'The Blues' ke babak perempatfinal untuk menghadapi Manchester United, Benitez justru menyatakan dirinya akan hengkang dari Stamford Bridge ketika musim ini berakhir.

Hal itu niscaya tidak lepas dari adanya gelombang penolakan suporter Chelsea terhadap dirinya sejak mulai menangani klub itu sebagai manajer sementara medio November lalu. Bahkan saat Chelsea kali ini bermain di Riverside Stadium kandang Boro, sejumlah suporter Chelsea yang datang sampai mengusung spanduk dan nyanyian berisi penolakan untuk Benitez.

Kendatipun pada suatu waktu ia pernah begitu memaklumi dan menegaskan tekadnya untuk bisa mengambil hati para suporter Chelsea, sekaligus meraih kontrak permanen di klub London itu, kesabaran Benitez kali ini tampaknya telah habis. Pria yang di Liga Primer Inggris juga pernah menangani Liverpool itu pun menyatakan kepada para suporter bahwa dirinya akan meninggalkan Chelsea di akhir musim.

Bukan itu saja, ia pun mengkritik suporter dan petinggi Chelsea. Para suporter Chelsea dikritik Benitez karena lebih memilih mencibir dirinya ketimbang mendukung para pemain 'Si Biru'. Sementara petinggi Chelsea ia kritik karena mendapuknya sebagai manajer sementara, alih-alih langsung manajer tetap.

"Saya akan pergi di akhir musim," katanya dalam wawancara kepada BBC Five Live yang dikutip ESPN. "Mereka (para suporter) tak perlu merisaukan saya."

"Mereka (petinggi Chelsea) menempatkan saya dalam posisi manajer 'interim'. Itu adalah sebuah kesalahan besar. Kenapa mereka harus melakukan itu? Mungkin mereka berpikir, 'Ia dulu pernah di Liverpool', jadi memasukkan (sebutan) interim," duganya.

Kesabarannya memang tampak sudah habis. Tetapi sebagai seorang profesional, Benitez menegaskan dirinya masih menghormati kontraknya saat ini sehingga baru akan hengkang di akhir musim.

"Saya adalah seorang manajer dan saya akan menangani tim sampai akhir. Jika mereka (suporter) ingin terus melakukan agenda mereka, maka mereka harus bertanggung jawab. Ayo bersatu dan kita bisa mencapai apa yang diperlukan. Tapi mereka tidak membantu sama sekali."

"Apa yang mereka harus lakukan adalah mendukung tim dan menciptakan atmosfer bagus. Jika kami gagal meraih gelar yang kami kejar, untuk lolos ke Liga Champions musim depan, kalau mereka terus bernyanyi dan bicara saja.. mereka tidak membantu. Mereka harus mendukung pemain dan tim."

"Saya adalah seorang profesional. Saya sedang melakukan pekerjaan saya. Saya ingin memenangi seluruh pertandingan untuk Chelsea. Apa yang harus mereka lakukan adalah mendukung tim. Mereka harus menyadari bahwa kelompok suporter lain ingin melihat timnya ada di Liga Champions musim depan. Di akhir musim saya akan pergi, jadi tak perlu khawatir," paparnya.

Benitez kemudian juga menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki masalah apa-apa dengan para pemain Chelsea, meskipun ada rumor yang berhembus bahwa ia sudah bersitegang dengan sejumlah pemain senior klub itu.

"Saya sangat senang di sini. Ini adalah sebuah klub besar, dengan para pemain top yang bekerja keras. Ini bukanlah sebuah masalah, masalahnya adalah orang-orang yang berpikir mereka bisa bicara semaunya," seru Benitez.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Baca Juga !

El Clasico Jilid VI di Musim ini

 

Dua El Clasico tersaji dalam empat hari. Akhir pekan ini duel dua raksasa Spanyol itu adalah pertemuan keenam mereka di musim ini.

Dari lima perjumpaan sebelumnya, Real Madrid baru saja unggul 3-2, setelah mereka mengalahkan rivalnya itu di Camp Nou hari Selasa (26/2) lalu, dengan skor 3-1 di leg kedua babak semifinal Copa del Rey.

Sebelumnya, kedua tim saling mengalahkan di dua pertandingan Piala Super Spanyol, dan bermain seri di pekan ketujuh La Liga di Catalan, dan imbang 1-1 di laga pertama Copa, akhir Januari di Santiago Bernabeu.

Madrid mendapat pujian besar ketika berhasil menaklukkan Carles Puyol dkk. dua hari lalu, karena bahkan sempat leading sampai 3-0. Sebaliknya, kekalahan tersebut membuat Barca seperti lebih diketahui titik celahnya, walaupun untuk urusan dominasi bermain mereka masih tak tertandingi.

Menjelang pertemuan keenam mereka hari Sabtu (2/3) lusa di Bernabeu, fans Madrid tentu berharap Jose Mourinho bisa mengulang performa mereka yang terakhir. Sebabnya, mereka membutuhkan itu bukan lagi untuk "gengsi-gengsian", melainkan karena anak-anak Los Blancos memerlukan kemenangan itu jika masih berambisi menjuarai liga.

Selisih 16 poin memang jarak yang jauh. Apalagi Madrid pun masih di bawah Atletico Madrid yang menduduki tempat kedua di klasemen sementara. Namun, apabila Barca berhasil mereka kalahkan (lagi), maka jarak itu sedikit merapat, dan setiap peluang menjadi berarti.

Jikapun kans menjuarai La Liga sudah terlanjur kecil, Mourinho harus menjaga moral timnya dengan memenangi setiap pertandingan penting. Soalnya ia masih berharap besar bisa berjaya di kompetisi Eropa. Dus, apabila nanti bisa mengalahkan Barca, Xabi Alonso dkk. mendapat modal berharga untuk terbang ke Inggris dan menghadapi Manchester United di leg kedua babak 16 besar Liga Champions.

Sebaliknya, misi Barca di Bernabeu kali ini adalah mengembalikan form. Mereka memang masih yang paling berpeluang menjuarai Liga Spanyol. Tapi, kekalahan dari AC Milan dan Madrid dalam sepekan terakhir bukanlah sesuatu yang menyenangkan buat mereka.

Sementara itu, duel sengit lain akan terjadi di Estadio La Rosaleda pada Minggu (3/3) malam. Tuan rumah Malaga, yang saat ini ada di posisi keempat, akan menjamu Atletico Madrid.

Malaga sedang dalam misi mempertahankan peluangnya untuk tetap di posisi empat besar, supaya musim depan bisa mengikuti Liga Champions lewat jalur kualifikasi. Mereka juga pasti ingin membalas kekalahan dari Atletico di pertemuan pertama, ketika takluk 1-2 di Vidente Vidente Calderon.

Ketika Kesabaran Benitez Akhirnya Habis Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Yakenzu Toby